Rabu, 19 Agustus 2015

Bakar Hatiku Tuk MelayaniMu

BAKAR HATIKU TUK MELAYANIMU 

Ku dicipta untukMu.. Kau satu tujuan hidupku
Tak perlu ku takut masuk rencanaMu
Sbab Engkau Bapa yang setia

Ku dibentuk untukMu.. tuk critakan karya kasihMu
Taruhlah hatiMu, tangisan rinduMu
Bakar hatiku tuk melayaniMu

Reff
Utus aku.. pakai aku.. bawaku keladang tuaianMu
Di ladangMu kudengar detak hatiMu
Disinilah kuatku, jalan dalam panggilanMu
Bakar hatiku tuk melayaniMu


Cipt: Evie Mehita (27/4/2015)

Seminggu sebelum retreat Recom Raya (Revival Community) bulan Mei yang lalu, aku mempersiapkan diri untuk melayani Dia di Retreat itu. Melayani Dia dan jiwa-jiwa memberikan kekuatan dan penghiburan tersendiri dari-Nya..
Seringkali dalam pelayanan, hamba-hamba-Nya bisa menjadi kering..menjadi terluka dalam peperangan, juga menjadi letih dan lelah bekerja diladang-Nya..
Tetapi yang paling menguatkan dari semuanya adalah saat kita sungguh berada dalam jalur panggilan-Nya..
Itu menjadi kekuatan kita, saat kita berjalan dalam panggilan kita sendiri, kita akan merasa hidup dan semua keletihan, semua luka, semua keresahan akan hilang saat hati kita terbakar untuk-Nya..

Dari dahulu, banyak lagu tercipta untuk-Nya bertemakan keintiman, penyembahan, pengagungan..dan senang sekali dapat menemukan nada-nada ini untuk melayani-Nya..
Akan ada Kebangunan yang besar saat setiap anak-anak Tuhan menyadari panggilan-Nya dan menjalankannya dengan sukacita..karena mereka mencintai panggilan itu..

Sebuah kesadaran bahwa kita ini dicipta untuk Dia, bahwa Dia adalah satu-satunya Tujuan Hidup kita..
Bukan kekayaan, bukan kesenangan, bukan pasangan dibumi, bukan keluarga kita, bukan menyenangkan orang-orang yang kita cinta, dan bukan pula diri sendiri.
Dalam pelayanan anak muda yang kujalani lebih dari 15 tahun ini, aku melihat banyak pemuda pemudi mengalami banyak kejatuhan..banyak yang terjebak dalam kota kesia-siaan, banyak pahlawan-pahlawan yang menjadi lesu, dan tidak dapat bangkit kembali untuk meneruskan perjalanan...
Mereka tertahan oleh sesuatu..terikat. menjadi tawar..menjadi takut..dingin..kemudian tanpa sadar..mereka mengijinkan orang lain, iblis dan bahkan keinginan dagingnya menguasai tujuan-tujuan hidupnya.

Tempat dimana aku melayani, seringkali menanamkan mengenai Tujuan Hidup. Ini bukanlah slogan indah dari sebuah gereja, namun menghidupkan arti Tujuan Hidup kepada jemaat-Nya ternyata tidak mudah, walaupun sudah dikatakan berulangkali...sebab menjalani Tujuan Hidup yang sebenarnya adalah sebuah keputusan dan kebulatan hati, tanpa itu..akan sangat mudah menyimpangkan jalan seorang pahlawan Bapa... 
Oh..kisah-kisah seperti ini yang menyedihkan...menyedihkan hati Bapa, mendukakan Roh Kudus-Nya..

Andai semua orang..dan juga diriku sendiri...menyadari dan menghidupinya dengan sungguh-sungguh..
Kita diciptakan untuk melakukan karya-karya yang nyata..apakah karya yang kita buat untuk Dia selama ini?
Andai kita semua bisa memiliki jeritan hati-Nya..tangisan rindu-Nya untuk pemulihan umat-Nya yang sesang tersesat.. Banyak yang mengira dirinya tidak tersesat..mereka mengira bahwa mereka bukan seorang nabi, bukan seorang guru, bukan pendeta dan mereka tidak mengajarkan ajaran yang sesat seperti kebanyakan hamba-hamba-Nya yang berjatuhan itu..padahal kita semua sangat rawan tersesat.. 
Andai kita semua dibakar-Nya dengan Api suci-Nya.. ya dan itu sedang terjadi dalam umat-Nya..
Pemurnian dan Pemurnian..
Api digunakan untuk memurnikan, menghanguskan, membakar yang tidak berkenan, memunculkan sesuatu yang Ilahi dalam diri umat-Nya.. Umat yang akan dijemput-Nya sebagai Mempelai kudus-Nya..

Aku sangat menyadari dari pengalaman-pengalaman melayani Dia selama ini, bahwa diladang-Nyalah kita mendapatkan kepuasan hidup secara rohani..orang-orang yang tidak produktif dan lesu dalam hidupnya, yang cuek terhadap perkara Kerajaan-Nya..akan membuat dirinya sendiri ditarik oleh dunia lebih kuat dan membuat dirinya tidak berharga..padahal semua orang bisa melayani Dia..semua orang berkesempatan memberikan keranjang persembahan yang berbeda-beda dihadapan Raja kelak, walau isi keranjang tiap-tiap hamba-Nya adalah berbeda..

Diladang Tuhan, ada detak hati Tuhan sendiri..yaitu jiwa-jiwa yang tersesat..yaitu kerinduan-Nya akan pemulihan umat-Nya..akan Kebangunan Umat-Nya yang sejati..
Oh..Api yang suci..bakarlah gereja-Mu sekarang..
Bakar hati umat-Mu yang suam! agar kami mencintai-Mu..mencintai panggilan-Mu..mencintai ladang-ladang-Mu yang menguning.. Gandengan tanganku menuju ladang-ladang itu...
Berlari bersama-Mu..menabur bersama-Mu..menuai bersama-Mu.. 

Salam Kebangunan,
Evie Mehita

0 komentar :

Posting Komentar