Cawan Doa - Pdm. Evie Mehita & Pdm. Silvia M. Hannah (Lirik Lagu Miracle Worship - Christ Mercy Center)

CAWAN DOA 
Ciptaan: Pdm. Evie Mehita & Pdm. Silvia M. Hannah


Dihadapan tahta Anak Domba.. 
kami rendahkan diri mencari wajahMu Yesus
Satukan kami dengan hatiMu Oh Yesus..
Penuhkan kami.. ya Roh Kudus..

Reff    
Sepanjang malam.. dan sepanjang hari..
Kami takkan berdiam diri dan tinggal tenang..
Menangis..berseru.. dan mengandung doa..
Sampai penuh cawan doa dihadapan tahta..
Dan berjuta jiwa dislamatkan..


Pelajari lagunya disini:




Berapa banyak kita yang mau hidup bagi Tuhan dan bagi orang lain? Sudah menjadi sifat manusia yang sudah jatuh dalam dosa untuk hidup bagi dirinya sendiri, mencari kesenangan pribadi, tanpa mempedulikan hati dan kerinduan Tuhan. Saya akui, untuk berdoa sungguh-sungguh bagi orang lain tidaklah mudah, bersyafaat bagi umat-Nya, bagi gereja-Nya dan bagi keluarga kita, maupun saudara-saudara kita. Namun dengan lagu ini, kita diajak kembali bersatu dengan Hati Yesus. Hanya dengan bantuan Roh Kudus, kita dapat berdoa sesuai dengan kehendak Bapa.

Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. " Roma 14:7-8

Kita semua adalah milik Tuhan, dan tidak ada seorangpun yang hidup bagi dirinya sendiri. Bangsa ini membutuhkan doa kita. Keluarga kita, gereja kita membutuhkan doa yang tulus dari kita. Saudara, sahabat, juga pemimpin-pemimpin kita membutuhkan dukungan dan tangan-tangan yang menopang dari doa kita.

Saya dahulu pernah berpikir, untuk apa mendoakan pemimpin-pemimpin yang sudah tampak hebat dan sempurna di mata saya? apalah arti doa saya yang kecil? bahkan saya merasa mungkin Tuhan tidak mendengarkan doa saya, dan akan lebih mendengarkan doa-doa dari pemimpin saya. Namun saya KELIRU BESAR!. Suatu saat saya diingatkan kembali dari cara hidup seorang Rasul yang besar, Paulus, seorang mantan pembunuh dan penganiaya jemaat yang dibenci namun karena pertobatannya yang sangat radikal, dia menjadi pemimpin dan Rasul yang dipakai Tuhan luar biasa. Dia menunjukkkan bukti buah pertobatannya, dan tidak diragukan lagi, dia adalah seorang pemimpin yang dikasihi dan diteladani. 
Walaupun dia telah diangkat Tuhan dalam pelayanannya, dia tetap rendah hati dan dia menderita banyak aniaya juga, oleh karena itu dia selalu meminta doa dari para orang kudus Tuhan yang sudah dia layani. Doa-doa jemaatnya, doa-doa anak rohaninya.. bagi Rasul Paulus, sangatlah berharga. 

Apakah kita mau dengan rendah hati mau untuk didoakan? Apakah kita telah menjadi sombong dengan merasa kita telah dewasa rohani? ataukah kita merasa bahwa kita tidak perlu merasa mendoakan orang lain karena kita sebenarnya ragu apakah doa-doa kita akan didengar oleh Bapa?

Berhentilah bersikap demikian, saudaraku...
Tuhan mau kita memiliki sikap hati seperti Paulus, dengan rendah hati kita sebagai pemimpin harus mau mengakui kesalahan kita, sebagai pemimpin, kita sangat membutuhkan doa dari saudara-saudara kita..
Dan sebagai anak-anak rohani, kita perlu mendoakan pemimpin-pemimpin kita tanpa jemu dan ragu.

"Karena ayah dan ibu rohani yang kuatpun, perlu untuk dikuatkan.. Dan seorang pendoapun, perlu untuk didoakan.."

Komentar